Mang Ujo dan Angklung

Assalamualikum….
temans…
Sekarang ini di Bandung, kalo kita menghadiri acara2 yang terkait dengan orang asing (semacam seminar dll) hampir selalu ada suguhan kesenian daerah… tari-tarian atau angklung mang ujo…

pertunjukan angklung mang Ujo

pertunjukan angklung mang Ujo

kadang tamu juga di ajak berkunjung ke saung angklung mang ujo…
saya jadi ingat ketika bersama beberpa jepang mantan petinggi KTSM, menyempatkan diri berkunjung ke sana…
Sayang saat itu ternyata mang Ujo telah mangkat dan anak2 nya lah yang sekarang melanjutkan padepokan itu…
Jepang2 itu kemudian bercerita tentang siapa mang ujo itu… ini lah rangkuman yang aku tangkap selama mgobrol sambil makan di pinggiran kota bandung…

Masa kecil mang ujo tidak ada yang tahu kecuali Tuhan dan mang ujo sendiri… he he yang penting adalah setelah dewasa mang ujo kerja di pabrik tekstil KTSM di banjaran selatan bandung , di tepian sungai citarum yang sering meluap di waktu banjir (join venture antara deperindag dengan kanebo jepang) selama di pabrik ia tidak menunjukan keistimewaan yang menonjol.. sehingga karirnyapun boleh dibilang ala kadarnya…untuk ukuran perusahaan sekelas KTSM pada masa itu,

mang ujo yang sadar bahwa dia sudah mentok segera sadar diri… ia mengajukan pensiun dini…Tentu saja pensiun dini tersebut segera di terima.. karena bagi perusahaan… dari pada harus memelihara karyawan yang menua.. lebih baik menggantinya dengan yang lebih muda dan produktif…
Hingga akhirnya mang ujo menjalani masa pensiun sambil mengisinya dengan bermain angklun di rumahnya… anak anak kemudian berdatangan dan terjadilah transaksi dimana anak-anak di sekitarnya menjadi gemar kursus gratis ala mang ujo..

Berbekal sistematika pembelajaran ala jepang untuk mengajari Sesuatu hal yang baru (hal mana yang pernah ia dapat selama bekerja di KTSM), ia menemukan cara jitu memaikan angklung secara beramai ramai oleh banyak anak-anak tanpa anak2 harus belajar da mi na ti la da, soalna emang meni la da nu kitumah ceuk mang ujo (meureunn…)!

Berita bahwa mang ujo memiliki saung angklung menyebar ke seantero jagad raya terutama di kalangan alumni ktsm, sehingga para alumni sering datang ke saung, dari mulut ke mulut akhirnya sampailah berita itu pada bos bos ktsm yang jepang-jepang…..Hingga datang lah suatu hari yang merubah nasib mang ujo… para mantan bos tersebut datang ke saung mang ujo untuk mendengarkan musik angklung seperti yang di ceritakan banyak orang…Mereka gembira sehingga mereka memberi tip pada mang ujo dan pada anak-anak yang memainkan musik nya…

Jepang jepang itu kemudian menceritakan kembali apayang dia alami
di saung tersebut kepada jepang yang lain dan begitu seterusnya bahkan setelah jepang itu pulang kampung.. sehingga di kalangan jepang tukang piknik bergetarlah bunyi angklung mang ujo. Mereka pun meminta sopir mobil pariwisata untuk di antar kesana … lama lama sopir itupun menawarkan hal yang sama untuk turis dari negara lain… dan lama lama mang ujo harus berkreasi menambah perbendaharaan lagu dari manca negara untuk menyenangkan turis yang berkunjung ke tempatnya…

Demikian lah.. hikmah apakah yang dapat di petik dari kisah perjalanan hidup mang ujo?

~ oleh luapankalbu pada Februari 8, 2009.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.