Psikologi Ingin Tahu
Assalamualaikum…
Tidak semua yang kita inginkan (termasuk ingin tau) adalah baik untuk kita, siapa tau justru mungkin akan jelek!
Aku jadi inget waktu kuliah phisikologi dulu di zaman kuliah (di jepun!, kalo di indonesia tuh ada gak sih kuliah umum yg di ikuti semua mahasiswa semua jurusan, kuliah pengetahuan umum gitu lho). Waktu itu pak dosen nya cerita bahwa ada sepasang muda mudi yang sedang main ice skating, si pemudi tanpa sadar melenceng dari area yg aman, ke area bahaya karena es itu adalah permukaan air sungai yang membeku, si pemuda yang tahu bahwa pacarnya dalam bahaya tidak panik dengan berteriak teriak tetapi justru pasang badan dengan posisi siap memeluk pacarnya bila pacarnya segera datang ke tempatnya.
Pasangannya yang melihat tingkah si pemuda tadi langsung berbalik arah untuk segera masuk dalam pelukan pemuda tadi, begitu masuk dalam pelukan si pemuda langsung memegang erat-erat dan berusaha menyeretnya ke daerah aman. Selamatlah si pemudi berkat ketenangan si pemuda. Si pemuda tetap diam membisu tidak cerita apapun tentang kejadian tersebut. Hingga beberapa hari kemuadian si pemudi membaca berita tentang tenggelamnya pemain ice skating di tempat mereka bermain beberapa hari yang lalu.Setelah bertanya pada si pemuda, si pumudi akhirnya pingsan, begitu mengetahui bahwa sebenarnya dia nyaris tenggelam juga.Jadi sebenarnya, ini kata si dosen kuliah, kalo saja si pemuda itu panik dan memanggil-manggil pacar nya. Mungkin pacarnya malah akan melakukan gerakan terburu-buru yang justru menimbulkan ice nya pecah dan dia jatuh ke air suangai yang siap membeku (hal yang terjadi pada ice skater yang tenggelam), tapi karena si pemuda bersikap tenang dan tidak memanggil pacarnya dengan histeris, si pemudi tetap tenang meluncur hingga daerah aman. Selamatlah dia. Yg kedua adalah, ketika si pemudi mendapat info bahwa ia telah berselancar di daerah bahaya, ia kini jadi suka was-was bila pacarnya ngajak dia untuk ice skating lagi, hingga ia akhirnya datang ke phisikolog (yg dosen itu) untuk konsultasi. Kalo saja si pemuda tidak cerita bahwa si pemudi telah mengalami kejadian seperti itu, mungkin hingga kini si pemudi akan baik-baik saja tanpa perlu konsultasi dengan dosenku itu.
Jadi ikhwan fillah! Kesimpulan apa yang kita dapat dari cerita itu: “tidak selalu yang ingin kita ketahui adalah baik untuk kita”
