<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Luapan Kalbu</title>
	<atom:link href="http://luapankalbu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://luapankalbu.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Jul 2009 06:29:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='luapankalbu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Luapan Kalbu</title>
		<link>http://luapankalbu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://luapankalbu.wordpress.com/osd.xml" title="Luapan Kalbu" />
	<atom:link rel='hub' href='http://luapankalbu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/07/14/45/</link>
		<comments>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/07/14/45/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 06:29:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luapankalbu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luapankalbu.wordpress.com/2009/07/14/45/</guid>
		<description><![CDATA[Pergi Cukur Rumahku di gang sempit caladi dalam. Sebuah kawasan yang nama jalan2 dan gang nya dinamai dengan rupa rupa nama burung. Biasanya untuk menunjuk kawasan itu, orang menyembut daerah Gang Tilil, tilil tentu saja nama burung yg di pakai untuk nama gang meskipun mungkin terdengar aneh, tapi orang sudah biasa menyebutnya demikian. Bila masuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=45&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pergi Cukur</p>
<p>Rumahku di gang sempit caladi dalam. Sebuah kawasan yang nama jalan2 dan gang nya dinamai dengan rupa rupa nama burung. Biasanya untuk menunjuk kawasan itu, orang menyembut daerah Gang Tilil, tilil tentu saja nama burung yg di pakai untuk nama gang meskipun mungkin terdengar aneh, tapi orang sudah biasa menyebutnya demikian.</p>
<p>Bila masuk dari arah jalan gagak, maka diujungnya akan di temui lapangan rumput yang luas, terlihat sangat luas karena pada saat itu aku masih sangat kecil. Kadang aku berlarian dari sudut arah gang caladi rumah ku kea rah seberang nya, namun tak pernah habis kutempuh dalam sekali lari! Terlalu besar bagi ku.<br />
Lapangan ini sungguh mempesona.</p>
<p>Bila sore hari, banyak orang berkumpul sekedar jalan-jalan atau menonton anak2 bermain, ada yg sekedar berlarian, ada juga yang bermain layangan, aku lebih suka memandangi pegunungan yang mengelilingi kota Bandung dan terlihat semuanya dari tengah lapangan itu karena tidak ada bangunan yang menghalangi. Di arah utara dengan jelas terlihat tangkuban perahu lengkap dengan legenda kisah nya, di temani burangrang yang kesepian. Di selatan ada Sanghiyang Tikoro. Belakangan aku baru tau di SMA saat guruku menjelaskan soal gemertik air sungai bawah tanah yang terdengar seperti suara raksasa ngorok di perut gunung itu, sehingga di berinama tikoro atau tenggorokan.</p>
<p>Di arah timur lapangan ada sekolahan yg selalu ramai bila hari sekolah tiba. Kadang aku sengaja datang pada hari sekolah untuk melihat-lihat para penjual menjajakan beraneka mainan. Kadang juga memperhatikan anak2 sekolah yg ramai bercanda gurau. Tapi sayang, orang tua ku memilihkan aku sekolah di tempat lain sehingga sekolah itu hanya aku lewati setiap aku pergi sekolah.</p>
<p>Di arah barat ada masjid yg selalu ramai, terutama pada saat romadhon. Masjid ini punya cirri khas, yaitu di salah satu lisplang nya, ada bulatan loudspeaker yang menonjol keluar. Biasanya orang2 segera beriringan pulang bila adzan magrib berkumandang dari speaker itu. Mulailah berbondong-bondong orang masuk ke gang gang bernama berbagai burung itu. Biasanya yang paling ramai adalah yg masuk kea rah Gang Tikukur. Arah yang berlawanan dengan gang tilil tadi, di tengahnya ada gang caladi, didalam situ lah ada rumah kenanganku yang sekarang entah bagaimana.</p>
<p>Dilapangan ini ibuku pernah memiliki warung susu murni dan juga sebuah kios. Bila malam kadang aku mendengar ibuku melapor pada ayahku tentang hasil hari ini dan siapa2 yg masih berutang, sampai akhirnya aku tertidur.<br />
Pada hari tententu, lapangan ini kadang berubah menjadi pasar malam lengkap dengan segala macam  hiburan. Termasuk alunan lagu dangdut tahun 70an dengan speaker yg cempreng memekakan telinga. Tantangan paling menarik saat itu adalah permainan ombak banyu! Permainan yang menguras adrenalin meskipun hanya di gerakan tenaga manusia yg memutar2 kami yang duduk berderet-deret, dan menaik turunkannya.</p>
<p>Diantara caladi dan tilil, ada jalan yang sekaligus juga menjadi pasar. Ibu ku suka ke pasar ini dan kadang aku pun ikut ke sana melihat keramaian yang kadang aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Tetapi selalu ada yg ingin aku lihat bersama kakaku, yaitu kereta kuda yang biasanya membawa dagangan, bisa tahu atau sayuran. Melihat kereta kuda untuk anak se umurkku bisa menjadi sebuah hiburan yang menyenangkan. Sehingga bila pergi ke pasar pada saat tidak ada kereta kuda, sungguh menyedihkan.</p>
<p>Di ujung jalan pasar ini, ada sebuat warung unik. Cendol bertape ketan itam dengan alpukat matang yang sangat lezat. Pertama aku ke situ karena di ajak ayah, sampai bertahun tahun kemudian setelah itu aku masih suka ke situ dan selalu ingat rasa lazatnya, karena tidak ada cendol lebih lezat lagi dari itu bagiku. Setelah lama meninggalkan kota Bandung, beberapa tahun lalu saat berlebaran di kota ini lagi, aku menyempatkan untuk mampir ke warung itu. Alhamdulillah warung itu masih ada, meskipun penjualnya sdh ganti, atau mungkin sudah di teruskan oleh generasi penerusnya, seperti juga aku meneruskan rasa lezatnya pada anak2 ku sekarang.</p>
<p>Di salah satu kios di pinggir jalan di pasar itu, ada tukang cukur dengan beberapa kursi cukur dari besi. Ada 2 kemungkinan bila ayahku tiba2 mengajak aku pergi ke pasar. Menikmati cendol lezat atau “mengikatku” di kursi tukang cukur yang di ganjal papan. Sedih rasanya bila saat di kucur ada kereta kuda yang lewat, sebab tukang cukur itu tak pernah mengizinkan aku menoleh untuk melihat sekejap saja anggukan kuda yang berjuang menarik gerobaknya.</p>
<p>Jalan dan gang sempit bernama burung2 itu kini tinggal kenangan bagiku. Tahun lalu aku ajak istriku melihat kesana, ternyata semua masih utuh! Hanya terasa sangat lebih sempit di banding dulu waktu aku kecil, mungkin karena aku terlalu kecil pada waktu itu. Kenangan indah masa kecil itu ternyata masih sangat kental. Aku bahkan ingat aku sering duduk di pinggir kali di dekat masjid, di depan sebuah pavilion rumah yg di kontrak keluarga ku untuk tinggal. Aku bahkan juga masih ingat di mana dulu sobat kental ku Agi mengusap air mata ku saat aku menangis sepulang sekolah. Entah dimana Agi sekarang, Agy Fimansah tak pernah berhasil kutemukan melalui FB atau sebangasanya. Padahal dulu minimal kami selalu bertiga, Agi, Ari dan aku Aji.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luapankalbu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luapankalbu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luapankalbu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luapankalbu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luapankalbu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luapankalbu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luapankalbu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luapankalbu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luapankalbu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luapankalbu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luapankalbu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luapankalbu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luapankalbu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luapankalbu.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=45&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/07/14/45/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d860df1570398df56c18094ef2cdc6da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luapankalbu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramalan Gempa Akurat 100%</title>
		<link>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/11/ramalan-gempa-akurat-100/</link>
		<comments>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/11/ramalan-gempa-akurat-100/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 21:05:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luapankalbu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nonton TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luapankalbu.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum&#8230; Tadi malam mungkin ada juga teman teman yang sempat nonton TV chanel 10 (di tokyo ) tentang keberhasilan prof moriya di universitas hokaido untuk memprediksi kapan terjadi nya gempa. Selama ini dalam kurun waktu 5 thun terakhir, prediksi dia (rata rata 1 minggu an sebelum gempa terjadi) terbukti akurat pin point untuk tempat, waktun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=42&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum&#8230;<br />
Tadi malam mungkin ada juga teman teman yang sempat nonton TV chanel 10 (di tokyo ) tentang keberhasilan prof moriya di universitas hokaido untuk memprediksi kapan terjadi nya gempa.</p>
<p>Selama ini dalam kurun waktu 5 thun terakhir, prediksi dia (rata rata 1 minggu an sebelum gempa terjadi) terbukti akurat pin point untuk tempat, waktun dan skala gempa (melenceng dikit lah)<br />
pas ketika acara tv tersebut di buat, prof moriya memprediksi gempa skala 7 di aomori ke.. di selat yang berbatasan dgn hokaido&#8230;akan terjadi 12 september 2008<br />
dan terbuktu akurat&#8230;</p>
<p>Prosedur prediksinya memanfaatkan elombang elektrostatis (????) yg terjadi menjelang gempa yang terjadi akibat adanya tekanan pada gerak bumi, gelombang ini kemudian mengganggu siaran pada gelombang FM sehingga gelombang FM tersebut terpancar lebih jauh dari biasanya&#8230;</p>
<p>Menjelang gempa terjadi&#8230; pancaran elektrostatis ini hilang bersamaan dengan luluhnya kerak bumi yang terkena tekanan&#8230; sehingga pancaran siaran FM kembali normal&#8230; </p>
<p>sejak waktu tersebut ke seminggu sampai 10 hari ke depannya.. akan ada gempa&#8230;</p>
<p>Untuk mengetahui posisi pancara elektrostatisnya (posisi di mana gempa bakal terjadi)&#8230; siaran FM (yg terganngu elektrostatik tadi) dari berbagai menara pemancara di amati dan di cari daerah singgungannya&#8230;<br />
kemudian di bantu dengan data riwayat gempa yang sebelumnya pernah terjadi&#8230;<br />
jadilah perkiraan yang dia bilang akurat dalam 5 tahun terakhir ini..</p>
<p>MUngkin ada teman yang ikut nonton acara tersebut bisa menambahkan.. siapa tau saya salah mengartikan bhs jepunnya&#8230; maklum baru 6 bulan di tokyo&#8230; nihonggo wa muzukashii nee..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luapankalbu.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luapankalbu.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luapankalbu.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luapankalbu.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luapankalbu.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luapankalbu.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luapankalbu.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luapankalbu.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luapankalbu.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luapankalbu.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luapankalbu.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luapankalbu.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luapankalbu.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luapankalbu.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=42&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/11/ramalan-gempa-akurat-100/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d860df1570398df56c18094ef2cdc6da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luapankalbu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mang Ujo dan Angklung</title>
		<link>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/08/mang-ujo-dan-angklung/</link>
		<comments>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/08/mang-ujo-dan-angklung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 05:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luapankalbu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luapankalbu.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualikum&#8230;. temans&#8230; Sekarang ini di Bandung, kalo kita menghadiri acara2 yang terkait dengan orang asing (semacam seminar dll) hampir selalu ada suguhan kesenian daerah&#8230; tari-tarian atau angklung mang ujo&#8230; kadang tamu juga di ajak berkunjung ke saung angklung mang ujo&#8230; saya jadi ingat ketika bersama beberpa jepang mantan petinggi KTSM, menyempatkan diri berkunjung ke sana&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=34&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualikum&#8230;.<br />
temans&#8230;<br />
Sekarang ini di Bandung, kalo kita menghadiri acara2 yang terkait dengan orang asing (semacam seminar dll) hampir selalu ada suguhan kesenian daerah&#8230; tari-tarian atau angklung mang ujo&#8230;<br />
<div id="attachment_38" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img src="http://luapankalbu.files.wordpress.com/2009/02/100_1550.jpg?w=300&#038;h=225" alt="pertunjukan angklung mang Ujo" title="100_1550" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-38" /><p class="wp-caption-text">pertunjukan angklung mang Ujo</p></div></p>
<p>kadang tamu juga di ajak berkunjung ke saung angklung mang ujo&#8230;<br />
saya jadi ingat ketika bersama beberpa jepang mantan petinggi KTSM, menyempatkan diri berkunjung ke sana&#8230;<br />
Sayang saat itu ternyata mang Ujo telah mangkat dan anak2 nya lah yang sekarang melanjutkan padepokan itu&#8230;<br />
Jepang2 itu kemudian bercerita tentang siapa mang ujo itu&#8230; ini lah rangkuman yang aku tangkap selama mgobrol sambil makan di pinggiran kota bandung&#8230;</p>
<p>Masa kecil mang ujo tidak ada yang tahu kecuali Tuhan dan mang ujo sendiri… he he yang penting adalah setelah dewasa mang ujo kerja di pabrik tekstil KTSM di banjaran selatan bandung , di tepian sungai citarum yang sering meluap di waktu banjir (join venture antara deperindag dengan kanebo jepang) selama di pabrik ia tidak menunjukan  keistimewaan yang menonjol.. sehingga karirnyapun boleh dibilang ala kadarnya…untuk ukuran perusahaan sekelas KTSM pada masa itu,</p>
<p>mang ujo yang sadar bahwa dia sudah mentok segera sadar diri… ia mengajukan pensiun dini…Tentu saja pensiun dini tersebut segera di terima.. karena bagi perusahaan… dari pada harus memelihara karyawan yang menua.. lebih baik menggantinya dengan yang lebih muda dan produktif…<br />
Hingga akhirnya mang ujo menjalani masa pensiun sambil mengisinya dengan bermain angklun di rumahnya… anak anak kemudian berdatangan dan terjadilah transaksi dimana anak-anak di sekitarnya menjadi gemar kursus gratis ala mang ujo..</p>
<p>Berbekal sistematika pembelajaran ala jepang untuk mengajari Sesuatu hal yang baru (hal mana yang pernah ia dapat selama bekerja di KTSM), ia menemukan cara jitu memaikan angklung secara beramai ramai oleh banyak anak-anak tanpa anak2 harus belajar da mi na ti la da, soalna emang meni la da nu kitumah ceuk mang ujo (meureunn&#8230;)!</p>
<p>Berita bahwa mang ujo memiliki saung angklung menyebar ke seantero jagad raya terutama di kalangan alumni ktsm, sehingga para alumni sering datang ke saung, dari mulut ke mulut akhirnya sampailah berita itu pada bos bos ktsm yang jepang-jepang…..Hingga datang lah suatu hari yang merubah nasib mang ujo… para mantan bos tersebut datang ke saung mang ujo untuk mendengarkan musik angklung seperti yang di ceritakan banyak orang…Mereka gembira sehingga mereka memberi tip pada mang ujo dan pada anak-anak yang memainkan musik nya…</p>
<p>Jepang jepang itu kemudian menceritakan kembali apayang dia alami<br />
di saung tersebut kepada jepang yang lain dan begitu seterusnya bahkan setelah jepang itu pulang kampung.. sehingga di kalangan jepang tukang piknik bergetarlah bunyi angklung mang ujo. Mereka pun meminta sopir mobil pariwisata untuk di antar kesana &#8230; lama lama sopir itupun menawarkan hal yang sama untuk turis dari negara lain&#8230; dan lama lama mang ujo harus berkreasi menambah perbendaharaan lagu dari manca negara untuk menyenangkan turis yang berkunjung ke tempatnya&#8230;</p>
<p>Demikian lah.. hikmah apakah yang dapat di petik dari kisah perjalanan hidup mang ujo?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luapankalbu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luapankalbu.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luapankalbu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luapankalbu.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luapankalbu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luapankalbu.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luapankalbu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luapankalbu.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luapankalbu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luapankalbu.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luapankalbu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luapankalbu.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luapankalbu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luapankalbu.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=34&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/08/mang-ujo-dan-angklung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d860df1570398df56c18094ef2cdc6da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luapankalbu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luapankalbu.files.wordpress.com/2009/02/100_1550.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">100_1550</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Psikologi Ingin Tahu</title>
		<link>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/08/psikologi-ingin-tahu/</link>
		<comments>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/08/psikologi-ingin-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 05:28:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luapankalbu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luapankalbu.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum&#8230; Tidak semua yang kita inginkan (termasuk ingin tau) adalah baik untuk kita, siapa tau justru mungkin akan jelek! Aku jadi inget waktu kuliah phisikologi dulu di zaman kuliah (di jepun!, kalo di indonesia tuh ada gak sih kuliah umum yg di ikuti semua mahasiswa semua jurusan, kuliah pengetahuan umum gitu lho). Waktu itu pak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=30&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum&#8230;</p>
<p>Tidak semua yang kita inginkan (termasuk ingin tau) adalah baik untuk kita, siapa tau justru mungkin akan jelek! </p>
<p>Aku jadi inget waktu kuliah phisikologi dulu di zaman kuliah (di jepun!, kalo di indonesia tuh ada gak sih kuliah umum yg di ikuti semua mahasiswa semua jurusan, kuliah pengetahuan umum gitu lho). Waktu itu pak dosen nya cerita bahwa ada sepasang muda mudi yang sedang main ice skating, si pemudi tanpa sadar melenceng dari area yg aman, ke area bahaya karena es itu adalah permukaan air sungai yang membeku, si pemuda yang tahu bahwa pacarnya dalam bahaya tidak panik dengan berteriak teriak tetapi justru pasang badan dengan posisi siap memeluk pacarnya bila pacarnya segera datang ke tempatnya. </p>
<p>Pasangannya yang melihat tingkah si pemuda tadi langsung berbalik arah untuk segera masuk dalam pelukan pemuda tadi, begitu masuk dalam pelukan si pemuda langsung memegang erat-erat dan berusaha menyeretnya ke daerah aman. Selamatlah si pemudi berkat ketenangan si pemuda. Si pemuda tetap diam membisu tidak cerita apapun tentang kejadian tersebut. Hingga beberapa hari kemuadian si pemudi membaca berita tentang tenggelamnya pemain ice skating di tempat mereka bermain beberapa hari yang lalu.Setelah bertanya pada si pemuda, si pumudi akhirnya pingsan, begitu mengetahui bahwa sebenarnya dia nyaris tenggelam juga.Jadi sebenarnya, ini kata si dosen kuliah, kalo saja si pemuda itu panik dan memanggil-manggil pacar nya. Mungkin pacarnya malah akan melakukan gerakan terburu-buru yang justru menimbulkan ice nya pecah dan dia jatuh ke air suangai yang siap membeku (hal yang terjadi pada ice skater yang tenggelam), tapi karena si pemuda bersikap tenang dan tidak memanggil pacarnya dengan histeris, si pemudi tetap tenang meluncur hingga daerah aman. Selamatlah dia. Yg kedua adalah, ketika si pemudi mendapat info bahwa ia telah berselancar di daerah bahaya, ia kini jadi suka was-was bila pacarnya ngajak dia untuk ice skating lagi, hingga ia akhirnya datang ke phisikolog (yg dosen itu) untuk konsultasi. Kalo saja si pemuda tidak cerita bahwa si pemudi telah mengalami kejadian seperti itu, mungkin hingga kini si pemudi akan baik-baik saja tanpa perlu konsultasi dengan dosenku itu.</p>
<p>Jadi ikhwan fillah! Kesimpulan apa yang kita dapat dari cerita itu: “tidak selalu yang ingin kita ketahui adalah baik untuk kita”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luapankalbu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luapankalbu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luapankalbu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luapankalbu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luapankalbu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luapankalbu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luapankalbu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luapankalbu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luapankalbu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luapankalbu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luapankalbu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luapankalbu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luapankalbu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luapankalbu.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=30&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/08/psikologi-ingin-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d860df1570398df56c18094ef2cdc6da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luapankalbu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Vaksin AI dari Telur Burung Unta</title>
		<link>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/07/vaksin-ai-dari-telur-burung-unta/</link>
		<comments>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/07/vaksin-ai-dari-telur-burung-unta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 21:08:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luapankalbu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iptek]]></category>
		<category><![CDATA[Nonton TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luapankalbu.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum&#8230; maaf kalo yang lain sdh pada tahu duluan&#8230; temans masih ingat soal new type influenza virus?? Minggu pagi hujan&#8230; mau ngapain.. pas stel tv ada acara yg membahas virus flu burung yang suatu saat dapat bermutasi sehingga menjadi virus yang dapat menular di antara manusia.. mengakibatkan pandemik flu burung pada manusia dan hingga sekarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=27&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum&#8230;</p>
<p>maaf kalo yang lain sdh pada tahu duluan&#8230;</p>
<p>temans masih ingat soal new type influenza virus??</p>
<p>Minggu pagi hujan&#8230; mau ngapain.. pas stel tv ada acara yg membahas virus flu burung yang suatu saat dapat bermutasi sehingga menjadi virus yang dapat menular di antara manusia.. mengakibatkan pandemik flu burung pada manusia dan hingga sekarang belum di temukan obatnya&#8230; maupun vaksinnya..</p>
<p>tetappiii<br />
di suatu tempat (entah di mana di dlm negri jepang, nonton tv nya terlambat!) ada penelitian yg menggunakan burung unta&#8230;<br />
sejauh ini diketahui bahwa burung unta adalah hewan yang tahan terhadap berbagai penyakit&#8230;<br />
kalopun terjangkit sesuatu penyakit maka dengan segera dia akan pulih kembali&#8230; daya tahan terhadapa penyakitnya sugoi&#8230;</p>
<p>ketika burung unta di suntik dengan virus AI&#8230; maka dia akan sakit sebentar (atau juga tidak sakit)&#8230;. hal ini karena dengan serta merta dalam tubuh burung unta akan terbentuk antibody untuk melawan serangan virus tersebut&#8230;</p>
<p>antiboby yang terbentuk tadi&#8230; pada burung unta yang betina juga di berikan pada anaknya yang masih berupa telur.. sehingga di dalam telur tersebut terdapat antibody AI</p>
<p>bila antibody ini di coba di suntikan pada ayam dan ayam tersebut kemudian di suntuik juga virus AI&#8230;.<br />
maka ayam2 yang di suntik dengan virus AI dan di beri antyboy dari burung unta terebut hidup sehat semmua&#8230;tapi yg tidak di beri antibody beberapa hari kemudian tewas semua&#8230;  </p>
<p>penelitian ini bertujuan membuat vaksin bukan hanya AI tapi juga new type influenza virus tadi&#8230; tinggal selangkah jalan bagi jepang untuk keluar dari ketergantungan pada tami-flu!</p>
<p>prosedur untuk memvaksin ayam dari serangan virus AI.. seperti nya kok mudah sekali ya..<br />
sejauh yg terlihat di tv&#8230; telur burung unta di ambil dari kandang kemudian di pisahkan kuning dan putih nya&#8230; kuninggnya di sentrifuse&#8230; di dapatlah antibody&#8230; yg bisa disuntikan ke ayam&#8230;<br />
mungkin ada rekan yg berkesesuaian bidang penelitiannya dengan hal ini bisa menambahkan? sehingga prosedur ini mungkin bisa di tiru oleh petani kita.. </p>
<p>mengingat telur burung unta itu besar sekali (2 kg).. menurut orang di TV 1 butir telur bisa untuk membuat vaksin atau antibodi untuk 800 orang.. nah kalo untuk ayam berarti lebih banyak dong&#8230;.</p>
<p>jadi petani ayam&#8230; kira2 mungkin cukup memelihara se ekor burung unta untuk melindungi ribuan ayam piaraannya&#8230;<br />
burung untah bertelur 40-60 butir per tahun&#8230; ceunah!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luapankalbu.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luapankalbu.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luapankalbu.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luapankalbu.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luapankalbu.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luapankalbu.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luapankalbu.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luapankalbu.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luapankalbu.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luapankalbu.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luapankalbu.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luapankalbu.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luapankalbu.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luapankalbu.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=27&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/07/vaksin-ai-dari-telur-burung-unta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d860df1570398df56c18094ef2cdc6da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luapankalbu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Satelit buatan UKM dan STM</title>
		<link>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/07/satelit-buatan-ukm-dan-stm/</link>
		<comments>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/07/satelit-buatan-ukm-dan-stm/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 20:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luapankalbu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nonton TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luapankalbu.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi sebelum berangkat ke lab… saya sempatkan nonton berita… Jepang baru saja meluncurkan roket satelit transforter (transporter) dengan membawa 7 satelit&#8230; satelit yang di kirim keorbit ada yg milik swasta, universitas (kalo ga salah tohoku daigaku untuk menpelajari terjadinya petir), dll Hebatnya salah2 dari 7 satelit itu dibuat oleh UKM dan anak STM&#8230;.. UKM [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=23&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
Tadi pagi sebelum berangkat ke lab… saya sempatkan nonton berita…<br />
Jepang baru saja meluncurkan roket satelit transforter  (transporter) dengan membawa 7 satelit&#8230; satelit yang di kirim keorbit ada yg milik swasta, universitas (kalo ga salah tohoku daigaku untuk menpelajari terjadinya petir), dll</p>
<p>Hebatnya salah2 dari 7 satelit itu dibuat oleh UKM dan anak STM&#8230;..</p>
<p>UKM di kawasan industri kecil higashi osaka berhasil membuat satelit dgn tujuan untuk meaktifkan kembali gairah industri di UKM tersebut dan mencari perhatian dari anak muda aga mau bekerja sbg shokunin&#8230; bukan salariman&#8230;</p>
<p>Anak2 STM juga membuatnya, meskipun fungsi satelit itu hanya untuk mengambil foto dari luar angkasa dan mengirimkannya kembali ke bumi&#8230;<br />
tapi ini sebuah usaha yang bagus praktikum anak STM dan sekaligus untuk menggairahkan eksplorasi luar angkasa&#8230;</p>
<p>Kabar terakhir&#8230; 4 dari satelit itu sudah pada posisi orbit dan mulai mengirimkan sinyal ke bumi&#8230;.<br />
Yg 3 lagi masih di tunggu&#8230;</p>
<p>sementara itu apa yg sedang di kerjakan bangsa kita ya??? pilkadal&#8230; pilgub&#8230;. pilaleg&#8230;.pilpres&#8230;pilkadal&#8230;.pilgub&#8230; dst&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luapankalbu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luapankalbu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luapankalbu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luapankalbu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luapankalbu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luapankalbu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luapankalbu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luapankalbu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luapankalbu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luapankalbu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luapankalbu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luapankalbu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luapankalbu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luapankalbu.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=23&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/07/satelit-buatan-ukm-dan-stm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d860df1570398df56c18094ef2cdc6da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luapankalbu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengobatan Baru Pada Luka</title>
		<link>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/07/20/</link>
		<comments>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/07/20/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 20:48:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luapankalbu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nonton TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luapankalbu.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Kemaren sambil istirahat di lab.. Nyetel TV. Ada berita yang cukup spektakuler telah ditemukan cara pengobatan baru bagi luka putus/potong pada tubuh manusia&#8230;. dalam acara itu dicontohkan jari yg terputus karena kesambar kipas saat bekerja dapat tumbuh lagi seperti sedia kala.. lengkap dengan tulang dan kuku yg normal&#8230; obanya itu berbentuk serbuk warna putih yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=20&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemaren sambil istirahat di lab..<br />
Nyetel TV.</p>
<p>Ada berita yang cukup spektakuler<br />
telah ditemukan cara pengobatan baru bagi luka putus/potong pada tubuh manusia&#8230;.</p>
<p>dalam acara itu dicontohkan jari yg terputus karena kesambar kipas saat bekerja dapat tumbuh lagi seperti sedia kala.. lengkap dengan tulang dan kuku yg normal&#8230;</p>
<p>obanya itu berbentuk serbuk warna putih yang katanya di buat dari salah satu bagian hewan babi!&#8230; bagian apanya saya ga ngerti!</p>
<p>cara kerjanya adalah dengan merangsang agar bagian yang terluka itu jgn menutup tetapi justru memancing sel sel nya untuk berkembang.. dan tubuh manusia sendiri yang akan mengontrolnya agar tumbuh seperti apa&#8230;.<br />
mungkin idenya di ambil dengna mengamati cicak&#8230;.. di warung</p>
<p>ada yg bisa menambahkan??</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luapankalbu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luapankalbu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luapankalbu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luapankalbu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luapankalbu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luapankalbu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luapankalbu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luapankalbu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luapankalbu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luapankalbu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luapankalbu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luapankalbu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luapankalbu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luapankalbu.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=20&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/07/20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d860df1570398df56c18094ef2cdc6da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luapankalbu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Jalan Meraih Hadiah Nobel?</title>
		<link>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/07/bagaimana-jalan-meraih-hadiah-nobel/</link>
		<comments>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/07/bagaimana-jalan-meraih-hadiah-nobel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 12:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luapankalbu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iptek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luapankalbu.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[  Ditengah semaraknya semangat kita terhadap perolehan hadiah nobel bidang iptek yang di tandai dengan banyaknya kegiatan yang berkaitan dengan hal tersebut, sebenarnya bagaimanakah jalan yang telah ditempuh oleh para peraih nobel itu?   Pada akhir Februari tahun lalu, saya mendapatkan kesempatan yang sangat langka untuk menghadiri pertemuan yang dinamai First Hope Meeting di kota pusat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=3&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ditengah semaraknya semangat kita terhadap perolehan hadiah nobel bidang iptek yang di tandai dengan banyaknya kegiatan yang berkaitan dengan hal tersebut, sebenarnya bagaimanakah jalan yang telah ditempuh oleh para peraih nobel itu?</span></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<div id="attachment_4" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-4" title="peraih-nobel" src="http://luapankalbu.files.wordpress.com/2009/02/peraih-nobel.jpg?w=300&#038;h=200" alt="Para Pembicara" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">Para Pembicara</p></div>
<p>Pada akhir Februari tahun lalu, saya mendapatkan kesempatan yang sangat langka untuk menghadiri pertemuan yang dinamai <em>First Hope Meeting </em>di kota pusat Iptek Jepang Tsukuba.<strong> </strong>Pertemuan yg diselenggarakan oleh <em>Japan Society for the Promotion of Science</em> ini bertujuan untuk memberi pencerahan pada peningkatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di kawasan Asia Pasifik. Hadir dalam acara tersebut 5 orang peraih hadiah Nobel (lihat foto 1. Dr. Leo Esaki (Nobel Prize bidang Fisika tahun 1973) Jepang, 2. Dr. Heinrich Rohrer (Fisika, 1986) Swiss, dan 3.<span>  </span>Dr Hideki Shirakawa -Jepang- serta 4. Dr. Alan Heeger -USA- (Kimia, 2000 secara bersama), 5. Dr. RB Laughin (Fisika 1998) USA serta pembicara undangan di antaranya 6. Dr. David Swinbanks (CEO Nature Asia Pasific), 7.<span>  </span>Dr. Bröje Johansson (Member of the Royal Swedish Academy of Sciences, Member of Nobel Committee for Physics) menyajikan makalah dan diskusi secara khusus kepada puluhan mahasiswa S3 yang mewakili 13 negara Asia Pasifik. Juga peserta undangan dan peserta pendengar.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada umumnya pembicara penerima hadiah Nobel menyampaikan capaian yang mereka peroleh hingga mendapatkan penghargaan Nobel. Pada umunya pekerjaan yang mereka lakukan didasari dengan pemahaman yang kuat atas dasar teoritis yang kemudian dibuktikan dengan ekperimen yang maju. Terobosan yang dilakukan memberikan jalan baru untuk mengatasi kebuntuan ilmu pengetahuan sehingga bermanfaat bagi kehidupan manusia. Misalnya, terobosan yang dilakukan dengan penemuan <em>super lattice</em> oleh Dr Esaki merupakan pembuktian atas perkiraan teoritis di bidang quantum mekanik yang telah dilakukan jauh sebelumnya. Temuan ini membuka jalan bagi diperolehnya semikonduktor yang lebih maju dibanding dengan yang ada sebelumnya hingga membawa dunia elektronik pada era IC yang lebih kompleks. Hal yang mirip dicontohkan oleh Dr. Johansen tentang hadiah Nobel yang diberikan atas penemuan femomena <em>Giant Magneto Resistant</em>, fenomena yang telah diprediksi secara teoritis (lagi-lagi pada bidang quantum mekanik) pada pertengan tahun 50an namun baru dapat dibuktikan secara ilmiah setelah teknologi dapat menyediakan perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan eksperimen atas teori tersebut. Terobosan ini dapat dimanfaatkan untuk media penyimpanan data, yang kita nikmati hasilnya saat ini dengan pertumbuhan daya simpan harddisk komputer. Namun demikian, hal yang berbeda dialami Dr. Shirakawa, beliau secara “kebetulan” mendapati fenomena yang tidak biasa dalam polimer asetilen ketika dilakuan beberapa modifikasi. Temuan ini kemudian membuka jalan bagi ditemukannya polimer yang bersifat konduktif. Hasilnya saat ini dunia sedang gencar2nya mengambangkan sel surya berbasis polimer yang konon jauh lebih efisiean dan lebih murah di bandingkan dengan sel surya berbasis silikon yang ada selama ini. Hal itulah yang saat ini sedang di dalami kembali oleh peraih hadial nobel lainnya Dr. Heeger sehingga mereka secara bersama memenangi hadiah Nobel kimia. Namun, kebetulan Mr. Shirakawa ini tentu tidak akan terjadi bila tidak ada ketekunan dan kontinyuitas dalam melakukan pekerjaan penelitiannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pembicara tamu dari dalam negri Jepang juga menunjukan beberapa penemuan dan terobosan baru yang spektakuler dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti penemuan tentang <em>quantum dots</em>, <em>carbon tube</em>, <em>graphene semiconductor</em>, <em>photocatalyst TiO<sub>2</sub></em> dan <em>nanomolecular robot</em>. Bila pada saat ini mereka belum mendapatkan hadiah Nobel, mungkin itu hanya masalah waktu, atau pada saat yang sama terjadi penemuan atau terobosan ilmu pengetahuan yang lebih spektakuler. Yang pasti, temuan dan terobosan itu terjadi setelah mereka secara kontinyu mendalami apa yang mereka kerjakan berpuluh-puluh tahun dan didasari oleh rasa keingintahuan yang dalam.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Berbicara mengenai perkembangan iptek di kawasan Asia-Pasifik, secara khusus Dr. Swinbanks memaparkan capaian dalam perkembangannya yang diindikasikan dengan jumlah makalah yang di<em>submit</em> dan diterima untuk diterbitkan oleh majalah Nature. Pertumbuhannya sangat pesat, terutama dalam bidang elektronika dan optik. Tetapi pertumbuhan itu hanya dimotori oleh tiga negara utama, yaitu Jepang, China dan India.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Bagaimana Memenangkan Hadiah Nobel</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Secara umum, apakah itu penelitian yang terdisain baik atau yang beruntung, yang kemudian berbuah hadiah Nobel tidak dilakukan secara singkat tapi memakan waktu berpuluh tahun yang melelahkan, meskipun Dr Johansen memberikan contoh adanya pemenang hadiah Nobel yang masih sangat muda dibanding pemenang lainnya. Disini yang penting di catat adalah bahwa pada umumnya pemenang hadiah Nobel tidak mendasari penelitiannya dengan tujuan untuk mendapatkan hadiah Nobel pada awalnya, tetapi semata-mata didasari oleh rasa keingintahuan atas suatu fenomena alam, atau rasa ketidakpercayaan pada suatu teori atau asumsi yang selama ini telah diterima oleh pada umumnya kalangan ilmuwan. Itulah yang menyebabkan terjadinya terobosan baru. Dr. Johansen bahkan menambahkan, “bangkitkan kembali sifat ingin tahu kita yang ada pada masa kecil, kemudian kemas dalam suatu kegiatan penelitian untuk menjawab keingintahuan kita, siapa tau anda mendapat nobel”. Sebagai contoh, rasa keingintahuan yang tinggi ditunjukan oleh Prof. Yanagida (Osaka University), yang pada awalnya bekerja di bidang elektronik, namun beliau ingin mengetahui bagaimana sistem elektronik dalam otak maupun otot manusia bekerja. Untuk menjawab keingintahuannya itu, ia kemudian berpindah dan mengambil gelar doktor di bidang bioscience dan saat ini menemukan terobosan baru di bidang robot molekular yang bekerja bagaikan sel hidup dan menghidupi dirinya dengan energi yang tidak perlu disuplai dari luar, tetapi memanfaatkan energi dari reaksi kimia yang terjadi dalam metabolisme tubuh manusia. Robot ini diharapakan mampu memberikan manfaat bagi dunia kesehatan nantinya meskipun terobosan ini masih sangat dirasa kontroversial sehingga sulit diterima oleh para pakar lain. Majalah Nature pernah mengatakan bahwa beliau sedang berenang melawan ombak “<em>swimming toward the tide</em>”. Namun secara khusus Dr Swinbanks malah mengatakan, bahkan majalah Nature sekalipunpun pernah menolak makalah yang dianggap kurang layak oleh para panelis, namun belakangan ketika makalah tersebut diterbitkan di majalah lain dan diacu oleh banyak peneliti, makalah itu menjadi dasar penulisnya untuk memenangi hadiah Nobel.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dr. Johannsen mengakui bahwa penelitian yang bertitik tolak berdasarkan teori untuk membuktikan suatu fenomena lebih mudah difahami oleh para pakar lain dibandingkan dengan perolehan penelitian ekperimentalis, namun hal itu tidak berarti tidak ada hadiah Nobel untuk ekperimentalis. Seperti pada kasus konduktivitas polimer yang ditemukan secara tidak sengaja oleh Dr. Shirakwa. Namun, penjelasan toritis yang mengikutinya dapat difahamai dan diterima oleh para pakar lain, meskipun teori seperti itu belum pernah ada sebelumnya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Nominasi hadial Nobel dapat dilakukan oleh beberapa orang atau organisasi tertentu diantaranya oleh pemenang hadiah Nobel sebelumnya, oleh Prof di universitas terpilih, oleh anggota Royal Sociaty of Sciences Swedia, dll. Para nominee kemudian akan diuji oleh para panelis terpilih untuk masing-masing bidang. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi yang kuat antar para peneliti di dunia ini sangat dominan mempengaruhi nominasi hadiah nobel. Tanpa komunikasi verbal secara langsung dalam beberapa kesempatan yang baik, sulit untuk diperolehnya suatu pemahaman yang sama akan suatu fenomena yang sedang berusaha dipelajari. Publikasi pada jurnal ternama seperti Nature dll bertujuan untuk meninggalkan catatan yang valid tentang mulai kapan kita melakukan penelitian pada bidang yang dimaksud atau kapan kita menemukan jawaban atas fenomena tersebut sehingga dapat ditentukan siapa sebenarnya penemu awal atas sebuah terobosan baru. Dr Swinbanks menyarankan agar kita tidak pernah ragu untuk mengirimkan makalah pada jurnal sekelas Nature sekalipun apabila kita yakin atas sesuatu yang kita temukan, dan tidak usah takut akan ditolak karena pada dasarnya lebih dari 90% makalah yang masuk akhirnya tertolak. Itu berarti bahwa anda tidak sendirian. Namun, penolakan tersebut tetap menjadi catatan bahwa sebuah makalah pernah diumumkan pada dunia oleh seseorang pada tanggal tertentu, meskipun tidak diterbitkan oleh jurnal yang dibidik. Beliau kemudian membeberkan beberapa tips penting untuk menggugah kesadaran para panelis seperti misalnya bagaimana kita menyusun <em>state of the art</em> dari pekerjaan kita. Misalnya kita selalu memulainya dengan kalimat “This work is important because of &#8230;. etc” dan beberapa tips lain termasuk penggunaan bahasa Inggris yang mumpuni. Bagi mereka yang berasal dari negara berbahasa ibu selain bahasa Inggris, mereka dapat menggunakan jasa English Rewriting Services yang kini sudah banyak tersedia dan dengan mudah dapat diakses melalui internet, meskipun tentunya tidak gratis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dr. Johansen menambahkan tips terakhir yang sangat penting, yaitu bila ingin meraih hadial nobel di bidang iptek, jangan menjadi matematikawan! Sebab tidak ada hadiah nobel untuk mereka. Sambil setengah berkelakar, beliau mengatakan bahwa Mr. Nobel dahulu pernah sakit hati oleh kekasihnya yang pakar matematika. Entah mengapa sampai akhir hayatnya Mr Nobel tidak pernah menyinggung matematikawan sebagai kandidat peraih hadiahnya, alasan yang pasti tidak seorangpun yang mengetahui.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Dapatkah Indonesia Melahirkan Pemenang Nobel?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pertanyaan ini berawal dari sebuah pertanyaan seorang undangan yang menyatakan bahwa penelitian di negara maju membutuhkan investasi yang mahal, yang tidak mungkin dapat disamai oleh negara berkembang. Jawaban yang diberikan oleh presenter pada umumnya mengatakan bahwa, seharusnya setiap peneliti tidak usah khawatir dengan pendanaan, karena apabila kita memiliki konsep yang baik tentang usaha untuk mekalukan terobosan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka selalu tersedia dana dan institusi yang siap bekerja sama dengan baik. Seperti diketahui, para peraih Nobel pun umumnya pernah bekerja di berbagai institusi penelitian </span><span lang="IN">terdepan</span><span lang="IN"> sebelum akhirnya mereka dapat bekerja secara mandiri. Namun, semua itu harus berangkat dari dasar teori yang kuat yang dapat dilakukan tanpa investasi yang besar. Disamping hal tersebut, perlu diperhatikan juga bahwa penelitian (atau kajian teoritis) yang berada di ujung depan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus didasari pada usaha untuk memecahkan suatu fenomena, pembuktian teori dan menjawab rasa keingintahuan, bukan semata-mata menghimpun thema-thema yang menarik untuk mendapat pendanaan. Paradigma seperti inilah yang seharusnya juga dipegang oleh peneliti di Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">D</span><span lang="IN">alam sebuah diskusi </span><span lang="IN">kelompok </span><span lang="IN">kecil </span><span lang="IN">dengan </span><span lang="IN">Dr Laughin</span><span lang="IN">, saya mengajukan pertanyaan mengenai</span><span lang="IN"> kemungkinan penggunaan teknologi maju pada produksi bahan bakar alternatif dan ramah lingkungan dari palm oil dan atau selulosa dll yang melimpah di Indonesia, </span><span lang="IN">peraih nobel fisika yang </span><span lang="IN">futuristis mengatakan bahwa itulah yang seharusnya dilakukan serta keyakinannya bahwa sampai kapan pun – minimal 50 s/d 100 tahun kedepan &#8211; kita akan tetap memiliki “carbon engine” karena temuan Mr Otto akan mesin ini sangat spektakuler dan tidak akan tergantikan oleh mesin jenis apa pun, meskipun pada saat itu bahan bakar fosil sudah habis! Karena iptek akan selalu menemukan energi alternatif penganti fosil untuk </span><span lang="ZH-TW">“</span><span lang="IN">carbon engine</span><span lang="ZH-TW">”</span><span lang="IN"> ini. Ia kemudian mencontohkan perbandingan antara </span><span lang="ZH-TW">“</span><span lang="IN">carbon engine</span><span lang="ZH-TW">”</span><span lang="IN"> pada usaha untuk memproduksi energi listrik, dengan teknologi nuklir. Pada akhirya pada pembangkitan tenaga listrik, bagaimanapun juga tetap memerlukan energi yang berasal dari pembakaran bahan bakar berkarbon. Hal ini karena “combustion engine” memiliki kelebihan yang tidak tergantikan oleh mesin apapun. Oleh karena itu, arah kebijakan penelitian eksperimentalis kita sebaiknya dititikberatkan pada eksploitasi SDA untuk mempersiapkan kebutuhannya di masa depan berupa sumber daya yg terbarukan. Disamping memberikan kontribusi yang tidak dapat dilakukan oleh negara maju, siapa tahu hadiah Nobel akan lahir dari sana.</span></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luapankalbu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luapankalbu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luapankalbu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luapankalbu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luapankalbu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luapankalbu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luapankalbu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luapankalbu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luapankalbu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luapankalbu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luapankalbu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luapankalbu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luapankalbu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luapankalbu.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=3&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/07/bagaimana-jalan-meraih-hadiah-nobel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d860df1570398df56c18094ef2cdc6da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luapankalbu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luapankalbu.files.wordpress.com/2009/02/peraih-nobel.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">peraih-nobel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melihat Dunia Mikro dengan Mikroskop Elektron</title>
		<link>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/07/hello-world/</link>
		<comments>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/07/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 10:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luapankalbu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iptek]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[KOMPAS IPTEK &#8211; Jumat, 18 Agustus 00 TAHUKAH Anda sejauh mana perkembangan teknologi dewasa ini telah memungkinkan manusia melihat dunia yang sangat renik. Memahami fenomena yang terjadi dalam skala mikro, sadar atau tidak telah membantu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pola hidup manusia, terutama sejak ditemukan adanya makhluk hidup sangat kecil yang tidak dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=1&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KOMPAS<br />
IPTEK &#8211; Jumat, 18 Agustus 00</p>
<p>TAHUKAH Anda sejauh mana perkembangan teknologi dewasa ini telah memungkinkan manusia melihat dunia yang sangat renik.</p>
<p>Memahami fenomena yang terjadi dalam skala mikro, sadar atau tidak telah membantu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pola hidup manusia, terutama sejak ditemukan adanya makhluk hidup sangat kecil yang tidak dapat terlihat dengan mata manusia biasa pada abad ke-17.</p>
<p>Orientasi perkembangan iptek mulai terpengaruh oleh pemahaman akan fenomena yang terjadi dalam skala renik seperti itu. Dewasa ini hampir semua bidang iptek, serta jaminan kualitas mutu produksi dalam dunia industri, terutama industri berbasis teknologi tinggi, tidak dapat lepas dari pemantauan apa yang terjadi pada skala mikro (seperseribu milimeter) atau bahkan pemantauan pada skala yang jauh lebih kecil hingga beberapa puluh nanometer (sepersejuta milimeter). Pemantauan ini menggunakan apa yang kini kita kenal sebagai mikroskop.</p>
<p>Mikroskop cahaya</p>
<p>Pada awal abad ke-17 ketika dunia ilmu pengetahuan pada masa itu mulai menduga adanya dunia renik yang tak terlihat akibat terbatasnya kemampuan mata manusia. Padahal dunia itu berpengaruh pada hidup manusia. Maka dibuatlah apa yang kini kita sebut mikroskop. Kata ini berasal dari bahasa Yunani di mana mikros berarti kecil dan skopeo berarti melihat.</p>
<p>Saat ini tidak ada dokumen yang dapat menuntun kita pada siapa sebenarnya penemu mikroskop ini. Kemungkinan mikroskop dikembangkan dari teleskop yang memiliki Galileo pada pertengahan abad ke-17. Instrumen mikroskop pertama yang terbukukan adalah yang dipakai oleh ilmuwan Belanda bernama Antony van Leeuwenhoek (1632-1723). Mikroskop ini terdiri dari lensa cembung yang kuat dengan penadah sampel (preparat) yang dapat digerakkan. Dengan mikroskop yang sederhana ini Leeuwenhoek dapat melakukan pengamatan dengan pembesaran hingga 400 x dan ia mengumumkan pada dunia penemuannya akan jasad renik seperti bakteri, protozoa, dan spermatozoa. Ia juga dapat mengklasifikasikan sel darah merah dengan mengamati bentuknya.<br />
<div id="attachment_16" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img src="http://luapankalbu.files.wordpress.com/2009/02/leeuwenhoeksmall.jpg?w=300&#038;h=267" alt="Antony Leeuwenhoek" title="leeuwenhoeksmall" width="300" height="267" class="size-medium wp-image-16" /><p class="wp-caption-text">Antony Leeuwenhoek</p></div><br />
Keterbatasan pada mikroskop Leeuwenhoek adalah pada kekuatan lensa cembung yang digunakan. Untuk mengatasinya digunakan lensa tambahan yang diletakkan persis didepan mata pengamat yang disebut eyepiece, sehingga obyek dari lensa pertama (kemudian disebut lensa obyektif) dapat diperbesar lagi dengan menggunakan lensa ke dua ini. Pada perkembangan selanjutnya ditambahkan pengatur jarak antara kedua lensa untuk mempertajam fokus, cermin atau sumber pencahayaan lain, penadah obyek yang dapat digerakkan dan lain-lain, yang semua ini merupakan dasar dari pengembangan mikroskop modern yang kemudian disebut mikroskop cahaya Light Microscope (LM).<br />
<div id="attachment_18" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img src="http://luapankalbu.files.wordpress.com/2009/02/light-microscopepicture.gif?w=300&#038;h=280" alt="Contoh Light Microscope" title="light-microscopepicture" width="300" height="280" class="size-medium wp-image-18" /><p class="wp-caption-text">Contoh Light Microscope</p></div><br />
LM modern mampu memberikan pembesaran (magnifikasi) sampai 1.000 kali, dan memungkinkan mata manusia dapat membedakan dua buah obyek yang berjarak satu sama lain sekitar 0,0002 mm (disebut daya resolusi 0,0002 mm). Seperti diketahui mata manusia yang sehat disebut-sebut mempunyai daya resolusi 0,2 mm. Pada pengembangan selanjutnya diketahui bahwa kemampuan lensa cembung untuk memberikan resolusi tinggi sudah sampai pada batasnya, meskipun kualitas dan jumlah lensanya telah ditingkatkan.</p>
<p>Belakangan diketahui bahwa ternyata panjang gelombang dari sumber cahaya yang digunakan untuk pencahayaan berpengaruh pada daya resolusi yang lebih tinggi. Diketahui bahwa daya resolusi tidak dapat lebih pendek dari panjang gelombang cahaya yang digunakan untuk pengamatan. Penggunaan cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti sinar biru atau ultra violet dapat memberikan sedikit perbaikan, kemudian ditambah dengan pemanfaatan zat-zat yang mempunyai indeks bias tinggi (seperti minyak), resolusi dapat ditingkatkan hingga di atas 100 nanometer (nm). Hal ini belum memuaskan peneliti pada masa itu, sehingga pencarian akan mode baru akan mikroskop terus dilakukan.</p>
<p>Mikroskop elektron</p>
<p>Pada tahun 1920 ditemukan suatu fenomena di mana elektron yang dipercepat dalam suatu kolom elektromagnet, dalam suasana hampa udara (vakum) berkarakter seperti cahaya, dengan panjang gelombang yang 100.000 kali lebih kecil dari cahaya. Selanjutnya ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan magnet dapat berperan sebagai lensa dan cermin terdapat elektron seperti pada lensa gelas dalam mikroskop cahaya.<br />
<div id="attachment_14" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img src="http://luapankalbu.files.wordpress.com/2009/02/tem2.jpg?w=300&#038;h=200" alt="Transmission Electron Microscope" title="tem2" width="300" height="200" class="size-medium wp-image-14" /><p class="wp-caption-text">Transmission Electron Microscope</p></div><br />
Ilmuwan dari Universitas Berlin yaitu Dr Ernst Ruska menggabungkan penemuan ini dan membangun TEM (Transmission Electron Microscope/ mikroskop elektron mode transmisi elektron) yang pertama pada tahun 1931. Untuk pekerjaannya ini dunia menganugerahinya hadiah Nobel pada tahun 1986. Mikroskop yang pertama menggunakan dua &#8220;lensa&#8221; medan magnet, namun tiga tahun kemudian ia menambah &#8220;lensa&#8221; ketiga dan mendemonstrasikan resolusi hingga 100 nm (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu).</p>
<p>Mikroskop eletron mode transmisi elektron pada masa sekarang, dengan berbagai perbaikan dari yang terdahulu, dapat memberikan resolusi hingga 0,1 nm (atau 1 angstrom) atau dengan pembesaran sampai satu juta kali, suatu hal yang mungkin tidak pernah terbayangkan oleh Leeuwenhoek. Sayangnya mikroskop eletron mode ini bekerja bagaikan sebuah slide proyektor, di mana elektron ditembuskan ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar. Yang terlihat bukan hanya bayangan siluet seperti pada pertunjukkan wayang kulit, tetapi pada resolusi yang tinggi pengamat dapat melihat struktur kristal dan lain lain, bahkan pergerakan elektron seperti yang ditunjukkan oleh peneliti dari Jepang Prof Dr Hashimoto (Okayama University of Science) pada sebuah seminar yang lalu di Puspiptek Serpong. Konsekuensinya obyek yang diamati disyaratkan setipis mungkin sehingga dapat ditembus oleh elektron, atau elektron dipercepat secepat mungkin sehingga mampu menembus objek sampai pada batas tertentu.</p>
<p>Meskipun banyak bidang-bidang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dengan bantuan mikroskop elektron mode ini, syarat &#8220;agar obyek pengamatan setipis mungkin&#8221; ini kembali membuat sebagian peneliti tidak terpuaskan, terutama yang memiliki obyek yang tidak dapat dengan serta merta dipertipis. Karena itu pengembangan mode baru mikroskop elektron terus dilakukan.</p>
<p>Mikroskop Elektron Mode Scanning</p>
<p>Kembali tidak diketahui secara persis siapa sebenarnya penemu Mikroskop Elektron Mode Scanning/Scanning Electron Microscope (SEM) ini. Publikasi pertama kali yang mendiskripsikan teori SEM dilakukan oleh fisikawan Jerman Dr Max Knoll pada 1935, meskipun fisikawan Jerman lainnya Dr Manfred von Ardenne mengklaim dirinya telah melakukan penelitian suatu fenomena yang kemudian disebut SEM hingga tahun 1937. Mungkin karena itu, tidak satu pun dari keduanya mendapatkan hadiah nobel untuk penemuan itu.<br />
<div id="attachment_13" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img src="http://luapankalbu.files.wordpress.com/2009/02/sem3.jpg?w=300&#038;h=199" alt="Scanning Electron Microscope" title="sem3" width="300" height="199" class="size-medium wp-image-13" /><p class="wp-caption-text">Scanning Electron Microscope</p></div><br />
Pada 1942 tiga orang ilmuwan Amerika yaitu Dr Zworykin, Dr Hillier, dan Dr Snijder, benar-benar membangun sebuah mikroskop elektron mode Scanning dengan resolusi hingga 50 nm atau magnifikasi 8.000 kali. Sebagai perbandingan SEM modern sekarang ini mempunyai resolusi hingga 1 nm atau pembesaran 400.000 kali. Mikroskop elektron mode ini memfokuskan sinar elektron (electron beam) di permukaan obyek dan mengambil gambarnya dengan mendeteksi elektron yang muncul dari permukaan obyek.</p>
<p>Pada mode TEM dan LM sinar elektron dibuat statis dan pengamat menggerakkan obyeknya. Sedang pada SEM sinar elektron yang terfokus digerakkan keseluruhan bagian permukaan sample dengan menggunakan coil pembelok sinar (deflection oil), sehingga obyek dapat diamati nyaris seperti LM dengan pembesaran yang lebih baik. Sayangnya elektron yang diamati bukan elektron dari sinar elektron yang dipancarkan tetapi elektron yang berasal dari dalam obyek yang diamati. Sehingga untuk menghindari penumpukan elektron (hal ini menyebabkan charging di mana obyek terlihat terang benderang sehingga tidak mungkin melakukan pengamatan) di permukaan obyek diperlukan grounding, dengan kata lain permukaan obyek harus bersifat konduktif (dapat mengalirkan elektron) agar elektron yang menumpuk dapat dialirkan.</p>
<p>Untuk obyek yang tidak konduktif hal ini dapat diatasi dengan melapisi permukaan obyek tersebut dengan karbon, emas atau platina setipis mungkin. Tentu saja hal ini belum sepenuhnya memuaskan para peneliti terutama yang bekerja dengan obyek pengamatan yang tidak dapat dipertipis dan tidak konduktif, karena bagaimanapun mereka ingin melihat obyek mereka apa adanya seperti aslinya tanpa menambahan perlakukan. Untuk itu kini dikembangkan apa yang disebut Environmental SEM (ESEM).</p>
<p>Environmental SEM</p>
<p>Environmental Sem (ESEM) dikembangkan untuk mengatasi obyek pengamatan yang tidak memenuhi syarat sebagai obyek TEM maupun SEM. Obyek seperti ini biasanya adalah bahan alami yang ingin diamati secara detil tanpa merusak atau menambah perlakuan yang tidak perlu terhadap obyek. Untuk keperluan tersebut pada alat SEM konvensional ditambahkan beberapa trik yang memungkinkan hal tersebut bisa terlaksana.</p>
<p>Pertama adalah upaya untuk menghilangkan penumpukan elektron (charging) di permukaan obyek, dengan membuat suasana dalam ruang sample tidak vakum tetapi diisi dengan sedikit gas yang akan mengantarkan muatan positif ke permukaan obyek, sehingga penumpukan elektron dapat dihindari. Hal ini menimbulkan masalah karena kolom tempat elektron dipercepat dan ruang filamen (di mana elektron dihasilkan) memerlukan tingkat vakum yang tinggi. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan memisahkan sistem pompa vakum ruang obyek dan ruang kolom serta ruang filamen, dengan menggunakan sistem pompa untuk masing-masing ruang. Di antaranya kemudian dipasang satu atau lebih piringan logam platina berlubang dengan diameter antara 200 hingga 500 mikrometer yang digunakan hanya untuk melewatkan elektron (platina ini biasa disebut aperture), sementara tingkat vakum yang berbeda dari tiap ruangan tetap terjaga.</p>
<p>Masalah yang tersisa kini bagaimana menangkap elektron dari obyek untuk mendapatkan gambar dan bagaimana memproduksi muatan positif? Sebuah perusahaan di Boston memberikan jawabannya dengan mendesain sebuah detektor yang dapat menangkap elektron dari suatu obyek dalam suasana tidak vakum sekaligus menjadi produsen ion positif yang akan dihantarkan oleh gas dalam ruang obyek ke permukaan obyek. Beberapa jenis gas telah dicoba untuk menguji teori ini, di antaranya adalah beberapa gas ideal, gas He, Ne, dan lain lain. Namun, yang memberikan hasil gambar yang terbaik hanyalah uap air. Untuk sample dengan karakteristik tertentu uap air kadang kurang memberikan hasil yang maksimum.</p>
<p>Pada beberapa tahun terakhir ini instrumen ESEM mulai dipasarkan oleh para produsennya dengan mengiklankan gambar-gambar jasad renik dalam keadaan hidup yang selama ini tidak dapat terlihat dengan mikroskop elektron. Para pengguna alat ini bahkan membangun kelas masyarakatnya sendiri dengan membuat homepage yang menampung gambar-gambar yang mereka buat. Tetapi, jangan harap Anda dapat mudah masuk dalam homepage mereka karena sebagian besar gambar, adalah yang pertama di dunia sehingga mereka perlu merahasiakannya hingga mendapat pengakuan dari sesama mereka. Di sini produsen instrumen ESEM kemudian menjembatani keinginan para pemula untuk melihat karya-karya tersebut dengan memberikan penghargaan pada foto-foto yang dianggap baik sehingga foto itu dapat ditampilkan ke muka umum. Anda dapat melihatnya pada situs http://www.feic.com/contest/winners.htm., atau Anda juga dapat melihat galeri foto yang pernah diajukan untuk kontes ini.</p>
<p>Penambahan instrumen video, memungkinkan pengamat dapat melakukan pengamatan secara terus menerus instrumen video, memungkinkan pengamat dapat melakukan pengamatan secara terus-menerus pada obyek yang hidup. Sebuah perusahaan film dari Perancis bahkan berhasil merekam kehidupan makhluk kecil dan memfilmkannya secara nyata. Dari beberapa film yang dibuat, film berjudul Cannibal Mites memenangkan beberapa penghargaan bergengsi di antaranya Edutainment Award (Jepang 1999), Best Scientific Photography Award (Perancis 1999), dan Grand Prix-Best Popular and Informative Scientific Film (Perancis 1999). Film ini ditayangkan juga di stasiun TV ZDF Jerman, Discovery Channel di AS dan Britania Raya. Kini perusahaan yang sama tengah menggarap film seri berjudul Fly Wars yang rata-rata memakai sekitar lima menit pengambilan gambar dengan ESEM. Film ini juga akan ditayangkan pada stasiun televisi yang sama. Di situ Anda dapat melihat dengan detail setiap lembar bulu yang dimiliki lalat dalam pertempurannya. Wow!</p>
<p>(<em>Wihatmoko Waskitoaji, Puslitbang Kimia Terapan LIPI, Puspiptek Serpong</em>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luapankalbu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luapankalbu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luapankalbu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luapankalbu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luapankalbu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luapankalbu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luapankalbu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luapankalbu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luapankalbu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luapankalbu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luapankalbu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luapankalbu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luapankalbu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luapankalbu.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luapankalbu.wordpress.com&amp;blog=6488928&amp;post=1&amp;subd=luapankalbu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luapankalbu.wordpress.com/2009/02/07/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d860df1570398df56c18094ef2cdc6da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luapankalbu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luapankalbu.files.wordpress.com/2009/02/leeuwenhoeksmall.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">leeuwenhoeksmall</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luapankalbu.files.wordpress.com/2009/02/light-microscopepicture.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">light-microscopepicture</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luapankalbu.files.wordpress.com/2009/02/tem2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tem2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luapankalbu.files.wordpress.com/2009/02/sem3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sem3</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
